Kamis, 27 Agustus 2009

Memoles Browser Internet Firefox

Browser Firefox boleh dikatakan software penjelajah internet paling aman, jika anda emang tahu menggunakannya dengan benar. Add-on, atau file tambahan yang diselipkan kedalam browser Firefox, gunanya agar browser ini dapat melakukan hal-hal yang diluar kebiasaannya, seperti melindungi hasil penjelajahan anda, melindungi komputer dari kemasukan script jahat dari situs-situs tertentu, memblok iklan yang ada didalam suatu halaman yang dikunjungi, dan lain-lain. Ada banyak sekali pilihan Add-on Firefox, tetapi pada tulisan kali ini saya hanya menjelaskan beberapa Add-on mudah yang pas bagi pemula seperti saya :P. Format file addon ini adalah xpi.


untuk menginstalnya, klik kanan mouse pada file tersebut dan pilih menu Open With, lalu carilah logo browser Firefox lalu klik OK.


NoScript.
Halaman internet yang tampil dibrowser anda terkadang menggunakan beberapa Script atau perintah pemprograman agar situs tersebut dapat terlihat maksimal, dengan segala tampilannya seperti Java, Flash, Plugin, XSS. Terkadang perintah pemprograman tersebut dapat berfungsi baik dan memberikan tampilan serta fungsi halaman yang menyeluruh. Tetapi beberapa script juga mampu menyuntikkan virus, trojan, spyware kedalam komputer anda.


Addon NoScript bertugas mengenali semua model Script yang ada dihalaman internet lalu memblokirnya agar tidak aktif. tetapi jika situs yang anda kunjungi benar-benar aman, anda tetap bisa membuka blokir NoScript contohnya anda ingin membuka script dari Adobe Flash yang ada dihalaman tersebut.

AdBlock Plus.
Anda bosan melihat iklan yang ada disuatu halaman internet yang anda kunjungi? terkadang iklan tersebut berukuran besar sehingga halaman anda lebih lama loadingnya. Dengan AdBlok Plus, iklan yang berbentuk gambar animasi, flash, bahkan video dapat di blok sehingga tidak mengganggu kecepatan download halaman jaringan internet anda.


Stealther.
Jika komputer yang anda gunakan dapat diakses juga oleh orang lain, mungkin anda harus menjaga privasi anda dengan Addon ini agar orang lain yang menggunakan komputer tersebut tidak tahu kemana saja anda menjelajah. Addon ini akan menonaktifkan dan menghapus semua sejarah penjelajahan anda, baik jejak yang ada di cookie, chache, history, password, bahkan tempat anda mengetik alamat situs.


Berhati-hati jika menggunakan Addon ini, anda mungkin tidak dapat melakukan Auto Login disitus-situs akun anda. Karena Stealther juga memiliki sistem penjelajahan anonim.

ProCon.
Addon yang satu ini bertindak sebagai pengawas bagi anak-anak anda yang akan memblok suatu halaman yang tidak "sehat". contoh saja halaman internet yang mengandung unsur pornografi atau kekerasan, ProCon akan memblok jika didalam halaman yang anak anda masuki terdapat kata-kata pornografi atau kekerasan. Begitu juga kotak alamat internet, jika alamat yang dimasukkan adalah alamat situs tidak "sehat", maka Addon ini akan memblokir halaman tersebut. tetapi agar sistem pemblokiran ini bisa bekerja dengan baik, anda harus menambah dahulu kata-kata dan alamat situs yang ingin anda blokir di menu Main Filter.


Menu Whitelist andalah daftar alamat situs yang dipercaya dan dapat dikunjungi oleh anak anda. Sedangkan menu Profanity Filter akan menyaring kata-kata yang ada didalam halaman internet, lalu menggantinya dengan kata lain, sesuai keinginan anda. Untuk mengamankan setingan ProCon, terdapat juga perlindungan password.

Untuk memudahkan akses Addon tersebut, anda dapat menampilkannya disebelah menu Search atau di toolbar, cukup klik menu View lalu sorot menu Toolbar kemudian pilih customize. Jendela baru akan terbuka dan carilah icon atau lambang dari Addon yang sudah anda instal, kemudia klik dan seret (Drag and Drop) ketempat yang ingin anda letakkan, tetapi harus di Toolbar, bisa disebelah kotak pencarian atau disebelah kotak alamat ataupun dibawahnya.


Download Firefox Addon.

Rabu, 26 Agustus 2009

FKSK Ke-50 : Polri Lakukan Provokasi

Terorisme yang di identikan dengan orang-orang berjubah dan berjenggot merupakan Public campaign. Upaya yang dilakukan oleh Polri tersebut, justru jauh dari koridor penegakan hukum, ujar Munarman.

Ketua Tim Advokasi FUI ini juga menjelaskan bahwa Public campaign itu merupakan upaya penggiringan opini publik, untuk mempengaruhi cara berfikir masyarakat dan ada upaya provokasi yang bisa mngakibatkan adu domba.

Berjilbab, berjenggot, maupun berjubah merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), jika hal ini di batasi, di awasi apalagi dicurigai maka perbuatan itu masuk kedalam aspek pelanggaran HAM, tegas Anggota Komnas HAM, Saharuddin Daming,.

Anggota Komnas HAM ini juga siap memanggil Kapolri Jika Oprasi Cipta Kondisi (OKC) resmi diterapkan.


Itulah komentar para tokoh yang hadir dalam diskusi Forum Kajian Sosial Kemasyarakatan (FKSK) ke-50 yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Wisma Darmala Sakti (MT-WDS), HDI (Hizb Dakwah Islam) dan FUI (Forum Umat Islam), Rabu (26/8) di Jakarta, dengan mengangkat tema “Waspadai Orang Berjubah dan Berjenggot; Maksud Lo?”.

Selain Munarman, SH (Ketua Tim Advokasi FUI), dan Dr. Saharuddin Daming, S.H., M.H. (Anggota Komnas HAM). Hadir juga sebagai pembicara, Kombes Pol Drs. Zulkarnain (Kabid Mitra Divhumas Mabes Polri), Ustadz Abdurrahman Lubis (Dewan Syuro Jamaah Tabligh Indonesia). (mj/suara-islam)

Arrahmah: Mungkin Polisi Gerah dengan Kami

Muhammad Fachry, Pemimpin Redaksi Ar Rahmah Media, mencurigai penahanan atasannya, Mohammad Jibril, terkait dengan pemberitaan yang selama ini dilakukan. Jibril merupakan pendiri dan pemimpin Ar Rahmah Media.

Hal ini dikatakan Fachry saat ditemui di Masjid Al Munawarrah, Komplek Witanaharja, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu, 26 Agustus 2009. "Mungkin polisi gerah atau gimana. Ada juga yang mengatakan ini situs teroris. Saya yakin dugaannya memang seperti itu (terkait dengan pemberitaan)," kata dia.


Fachry juga menduga penahanan Jibril merupakan cara untuk menutup Ar Rahmah Media secara tidak langsung. "(Polisi) Tidak bisa menyetop karena Ar Rahmah legal. Sehingga pimpinannya dikait-kaitkan dengan teroris," kata Fachry.

Alasan penahanan Jibril oleh Polisi karena mendanai kegiatan terorisme, menurut Fachry, tidak masuk akal. Karena selama ini Jibril dengan Fachry mengelola Ar Rahmah Media dengan dana yang tidak besar.

"Kami saja masih kesulitan dana. Logikanya, kalau memang Jibril punya banyak uang, lebih baik untuk menguatkan Ar Rahmah Media. Tidak ada duit kok, tapi bisa biayai teroris," kata Fachry.

Selama ini Ar Rahmah Media memang fokus dalam membuat media yang banyak memberitakan jihad. Bentuk media yang dihasilkan Ar Rahmah Media antara lain VCD tentang jihad, majalah Jihad Magz, poster jihad, buku, dan situs arrahmah.com.

Bahkan situs arrahmah.com pernah membuat kontroversi ketika memuat foto jenazah Imam Samudra setelah dieksekusi. Kemudian arrahmah.com juga memuat foto jenazah Air Setiawan sebelum dimakamkan di Solo.

Malam tadi, polisi juga menggeledah kantor redaksi Ar Rahmah di daerah Bintaro, Jakarta Selatan. Polisi membawa beberapa unit CPU dan seperangkat komputer. [sumber : vivanews]

Selasa, 25 Agustus 2009

Pendiri Arrahmah Ditangkap Polisi, Diduga Terkait Bom Marriott


Hanya selang beberapa jam setelah diumumkan sebagai buron dalam daftar pencarian orang (DPO), M Jibriel (founder Arrahmah.com) ditangkap aparat Densus 88.

Penangkapan tersebut sempat diprotes pihak keluarga karena tidak ada pemberitahuan dari pihak kepolisian. Abu Jibriel, orangtua M Jibriel, sempat mendatangi Mabes Polri, Selasa (25/8) sore, dan meminta kejelasan.

Dalam rilis yang diterima Muslimdaily, Mikaiel, adik M Jibriel menuturkan bahwa kakaknya dibawa paksa oleh tiga orang berbadan besar. Mikaiel menuturkan, "Di dekat rumah saya lihat kakak saya ditangkap tiga orang berbadan besar. Saya lihat dia (Jibril) diborgol," kata Mikaiel usai bertemu Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Sukarna di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2009).

Kemudian Jibril dimasukkan ke dalam mobil Honda CR-V silver bernopol B 8190 CX. Mobil itu langsung melesat ke arah Pondok Cabe, Jakarta Selatan. "Kami sempat ngejar, tapi kehilangan jejak di Pondok Cabe," kata Mikaiel.

"Padahal saat itu M Jibriel akan ke rumah ayahnya, Ustadz Abu Jibriel. Beliau bermaksud menyerahkan berkas-berkas Masjid Al Munawwarah yang kemarin diteror oleh habib palsu, Abdurrahman Assegaf. Kemarin ayahnya (Ustadz Abu Jibriel) yang difitnah, kini anaknya. Subhanallah!"ungkapnya.

Abu Jibriel Abdurrahman, ayah M. Jibril, sendiri tidak habis fikir, mengapa aparat kepolisian bisa berbuat anarkis dan bergaya preman dalam menangani kaum Muslimin. Ia sempat pula mempertanyakan mengapa usaha untuk mencari anaknya ke Mabes Polri tidak memmbuahkan hasil.

Ustadz Abu Jibriel mengatakan,“Irjen Nanan Sukarna tidak mengetahui siapa yang 'menculik' Jibril. Namun Nanan berjanji akan mencari tahu segera. Pak Nanan bilang tidak tahu tapi dia bilang akan cari tahu. Akan dikroscek," kata pria kelahiran Lombok ini.

Abu Jibril mengatakan, hingga saat ini dirinya tidak tahu di mana anak sulungnya berada. "Dia diambil orang tidak dikenal, dicegat di tengah jalan, diperlakukan dengan tidak beradab," sesalnya.

Ustadz Abu Jibriel juga menuturkan kebiadaban tiga orang tak dikenal itu, yakni menengkurapkan M Jibriel, menginjak, dan lalu memborgolnya. Ketika pengacara Arrahmah.com bertanya akan dibawa kemana, dan dikatakan bahwa dia (M Jibriel) harus didampingi pengacara, para preman itu mengatakan nanti, nanti.

M. Jibriel selama ini dikenal sebagai pimpinan Ar Rahmah Media. Nama M Jibriel disebut polisi sebagai tersangka teroris baru yang terlibat dalam pendanaan pengeboman di Hotel JW Marriott danRitz-Carlton.

Konfirmasi Polri

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Nanan Soekarna akhirnya mengakui bahwa Detasemen Khusus 88 Antiteror telah menangkap Mohamad Jibril, yang sebelumnya dikatakan masuk daftar pencarian orang.

"Benar, Polri menangkap dia tadi sore," kata Nanan seperti dikutip kantor berita ANTARA di Jakarta, Selasa (25/8) semalam.

Ia mengatakan, saat ini Jibril masih menjalani pemeriksaan oleh tim Densus 88 Antiteror. Jibril ditangkap dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Bintaro ke rumah orangtuanya di Pamulang, Tangerang, Banten, sekitar pukul 15.30 WIB.

Dalam selebaran yang dikeluarkan Polri, Jibril memiliki nama lain Muhamad Ricky Ardhan yang lahir di Banjarmasin, 3 Desember 1989. Dia terakhir tinggal di Jl M Saidi RT 10 RW 01 Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Polisi menduga Jibril memiliki hubungan dengan Al Khalil Ali, warga negara Arab Saudi yang kini ditahan Mabes Polri karena diduga terlibat tindak pidana terorisme. Ali disangka menjadi perantara dana dari luar negeri untuk ledakan bom di kedua hotel itu. (muslimdaily/bbs)

Munarman: Penangkapan Jibril Melanggar HAM Berat

Munarman, SH ikut hadir dalam jumpa pers yang digelar Abu Jibril. Ia duduk sebagai pengacara Mohamad Jibril alias Muhamad Ricky Ardhan. Menurutnya, penangkapan kliennya oleh Densus 88 merupakan pelanggaran HAM berat dan sistematis.

"Terkait penangkapan menurut saya sudah terjadi pelanggaran HAM yang sistematis. Hampir semua yang dituduh pidana teroris ditangkap dengan cara penculikan. Itu bentuk terorisme sendiri. Itu merupakan pelanggaran HAM berat," kata mantan Ketua YLBHI ini.

Hal ini disampaikannya dalam jumpa pers yang diadakan Abu Jibril di Masjid Al Munawwarah, Kompleks Perumahan Witana Harja, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2009). Masjid itu cukup dekat dengan kediaman keluarga Jibril.

Menurut dia, tidak dibenarkan menangkap seseorang tanpa surat penangkapan pada tuduhan apa pun.

"Kalau mau menangkap harus menggunakan surat dan keluarga harus diberitahu," ujar dia. Hingga saat ini, kata Munarman, keluarga belum diberitahu.

"Kesewenangan ini tidak bisa dibiarkan. Ini merupakan pelanggaran HAM berat dan sangat sistematis. Kita akan lanjutkan dengan proses hukum karena ini bisa diajukan ke praperadilan," kata Munarman.

Abu Jibril juga mengatakan hal yang sama. Dia menilai penangkapa putranya direkayasa.

"Setelah polisi gagal menunjukkan siapa pelaku bom di Hotel Marriott, mereka panik maka diluaskanlah pencarian yang terkait pemboman di hotel tersebut. Anak saya dengan situs media Arrahmah-nya dituduh sebagai membantu pendanaan terorisme. Itu semua rekayasa," kata Abu Jibril.

Menurut dia, cara-cara Densus 88 yang menangkap putranya biadab dan sangat brutal. "Selalu salah tangkap, kemudian setelah itu tidak ada masalah," cetusnya. (muslimdailly/dtk)

Hotel di Surabaya Bangun Monumen Al-Quran Raksasa dari Coklat

Pelaku jasa perhotelan, Sheraton Hotel and Towers di Surabaya ikut menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1430 H, dengan membangun monumen Al Quran raksasa seluas 2,4 meter x 2,4 meter berbahan coklat.


“Menariknya, monumen tersebut juga disertai tasbih raksasa yang juga berbahan coklat,” kata Asisten Direktur Makanan dan Minuman Sheraton Surabaya Hotel and Towers, Firman S Permana di Surabaya, Ahad (23/8).

Menurut Firman, awalnya pembuatan kitab suci umat Islam berukuran raksasa itu akan dikerjakan seluas 4 meter x 4 meter. “Setelah mengukur luas area pemajangan Al Quran raksasa yakni di lobi hotel, kami berubah pikiran, karena ukuran awal yang kami desain terlampau besar,” ujarnya.

Firman memperkirakan, kreasi pembuatan Al Quran yang dilakukan bersama timnya beranggotakan tujuh orang koki hotel itu adalah kreasi pertama di Surabaya. “Dari jumlah tersebut, tiga orang merupakan tim artis yang mendesain tampilan monumen religi dan empat orang selanjutnya termasuk tim yang meramu seluruh bahannya,” katanya.

Mengenai bahan, Firman mengaku, hanya menggunakan komposisi bahan seperti membuat kue tart biasa. Namun, bahan yang mendominasi monumen tersebut adalah coklat.

“Bahan ini menghiasi tepi kanan kiri Al Quran raksasa dan butiran tasbih,” katanya.

Firman menambahkan, inspirasi awal pembuatan monumennya merupakan inovasi dari kreasi sebelumnya seperti bedug dan masjid. “Sementara, lama waktu pengerjaannya membutuhkan dua pekan. Rencananya, Al Quran raksasa ini dipajang hingga Ramadhan berakhir,” katanya.

Di tempat tersebut, warga asal Surabaya yang ikut menyaksikan monumen itu, Supriyadi, merasa kagum, karena kreativitas unik itu jarang didapati di tempat lain.

“Meski kagum dengan hasil kreasi hotel ini, saya sangat menyayangkan kenapa kreasi unik ini belum memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Sabtu malam (22/8), hotel ini juga melakukan hal menarik lain, menyuguhkan tamu hotel yang berbuka puasa perdana dengan iringan musik gambus nan rancak ala Timur Tengah.

Selain itu, juga menghadirkan ragam jajanan pasar untuk takjil, berkonsep Takjil Gendong. Takjil itu dibawa seorang koki berbusana hitam-jingga, mengenakan peci, dan memukul kentongan berbahan bambu untuk mengingatkan tamu berbuka puasa. [ant/www.hidayatullah.com]

Senin, 24 Agustus 2009

Andalkan Jejaring, Lazis Muh Targetkan 20 M

Direktur Lazis Muhammadiyah, Khoirul Muttaqin menyatakan bahwa pada Ramadhan 1430 H ini, Lazis Muhammadiyah menargetkan akan terkumpul dana Zakat sebesar lima Milyar Rupiah. “Sementara itu jumlah penerimaan total bersama Jejaring Lazis yang tersebar di berbagai daerah kami targetkan sebesar 20 Juta Rupiah” lanjut Khoirul, Senin (24/08/2009) di kantornya, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62 Jakarta Pusat.

Menurut Khoirul, target tersebut diupayakan khususnya dengan memudahkan Muzaki membayar zakatnya melalui gerai-gerai yang dibuka, maupun layanan lain seperti layanan Jemput Zakat Kilat. Selain itu karena keuntungan masyarakat berzakat melalui Lazis Muhammadiyah. “Dengan berzakat melalui kami, muzaki tidak usah mencari sasaran, karena Lazis sudah punya peta sasaran penyaluran Zakat nantinya” terang Khoirul.

Sementara itu menurut Khoirul, Lazis Muhammadiyah saat ini sudah memiliki 40 Jejaring lembaga Zakat yang berada di berbagai daerah di Indonesia. Jejaring ini bentuknya mirip dengan konsep Waralaba, dimana anggota jejaring Lazis akan mendapatkan berbagai keuntungan disamping kewajiban yang harus dilakukan.

“Untuk menjadi anggota jejaring Lazis Muhammadiyah sangat mudah, hanya dengan selalu menyertakan logo Lazis Muhammadiyah sebagai tanda anggota Jejaring dan mengikuti pertemuan nasional jejaring Lazis setiap tanggal 8 maret” terang Khoirul. “Keuntungannya mereka akan mendapat pengakuan dari pemerintah dengan menggunakan legitimasi yang dimiliki Lazis Muhammadiyah” lanjut Khoirul. “Sehingga akan mudah mendapatkan pengurangan pajak dari dirjen pajak, salah satu implikasinya”.

Dengan konsep Jejaring ini, masing-masing lembaga zakat juga akan mendapatkan manfaat karena bisa saling belajar membuat dan mengelola program penyaluran Zakat. Selain itu, antar lembaga juga ada kesaling terkaitan dimana bisa saling menyalurkan dan juga mendistribusikan dana Zakat. “Saat ini anggota jejaring Lazis merupakan lembaga Zakat yang menjadi milik Muhammadiyah di daerah selain amal usaha Muhammadiyah seperti Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi” terang Khoirul. "Kami siap menerima kalau ada yang akan menjadi Jejaring lazis juga" pungkas Khairul. (arif/Muhammadiyah).

Siapa Habib (Palsu) Abdurrahman Assegaf ?

Siapakah sebenarnya Habib (Palsu) Abdurrahman Assegaf ? Setelah membuat kontroversi dengan menuduh Nur Hasbi, alumnus Pondok Pesantren Ngruki sebagai sebagai pelaku peledakan di hotel JW Marriot dan Ritz Carlton (yang terbukti ngawur), dia kembali membuat ulah dengan upaya teror di Masjid Al Munawarrah, Pamulang, dan fitnah kepada Ustadz Abu Jibril. Siapakah sebenarnya Abdurrahman Assegaf ?

Habib (Palsu) Dari Mardani



Sebelumnya, Ustadz Abu Bakar Baasyir pernah menyatakan bahwa Abdurrahman Assegaf merupakan habib palsu yang disewa oleh aparat serta Amerika Serikat atau CIA dengan imbalan uang. Bahkan secara tegas Ustadz Abu Bakar Baasyir pernah mengatakan :

"Abdurrahman Assegaf itu bukan habib, dia itu preman. Semua habib sudah bilang kepada saya kalau dia bukan seorang habib," kata Baasyir usai mengisi pengajian di Masjid Al Ikhlas di Semarang, Sabtu (25/7) malam.

Santernya berita bahwa Abdurrahman Assegaf adalah habib palsu sebenarnya sudah beredar luas di dunia maya. Disebut-sebut, Abdurrahman Assegaf bernama asli Abdul Haris Umarella bin Ismail Umarella, putera Tulehu, Ambon.

Bahkan menurut sumber terpercaya arrahmah.com, yang juga merupakan temannya sewaktu bersekolah di SMPN 2, Mardani Raya, daerah Percetakan Negara, Jakarta Pusat, dia dikenal dengan nama Amsari Omarella. Ibunya berasal dari Ambon, dan ayahnya dari Makasar. Dari sini, gelar habib semakin jauh dari Abdurrahman Assegaf alias Abdul Haris, alias Amsari.

Selepas SMP 2, habib palsu ini melanjutkan pendidikan ke SMAN 68 (angkatan 85) dan kuliah di UnKris, Pondok Gede. Masih menurut sumber yang terpercaya, kali ini kawan dia semasa bersekolah di SMAN 68, di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, bahwa Abdurrahman Assegaf ini siswa SMAN 68, jurusan IPS. Menurut sumber tersebut habib palsu alias Abdurrahmah Assegaf, alias Amsar terlihat biasa-biasa saja ketika di SMAN 68. Hanya saja menurut sumber tersebut, dia sudah tidak begitu suka dengan kegiatan rohis dan tidak mendukung pemakaian jilbab pada masa itu.

Tidak diketahui sejak kapan gelar habib bercokol di depan namanya. Menurut kawannya di SMPN 2, Abdurrahman pernah menunjukkan sertifikat yang menyatakan bahwa kini dirinya sudah resmi menjadi seorang habib. Tambah aneh, apakah gelar habib harus dikeluarkan melalui sebuah sertifikat?

Waspadai Habib Palsu

Kini, semua berpaling kepada ummat, untuk menilai dan bersikap terhadap habib palsu ini. Masalahnya, gelar habib di negeri ini begitu tinggi dan mulia, yang bahkan terkadang sudah di luar koridor syariat Islam. Dikhawatirkan, oknum semacam habib (palsu) Abdurrahman Assegaf ini memanfaatkan dan memanipulasi gelar habib palsunya tersebut untuk kepentingan pribadi, keluarga, maupun kelompoknya. Nama atau para ulama yang memang bergelar habib tentunya akan tercoreng dengan ulah oknum yang mengaku-ngaku habib ini.

Bukan tidak mungkin, ummat akan terpedaya, ikut begitu saja, tanpa kritis melihat dan mempertimbangkan ucapan si habib palsu ini dari sisi Al Qur’an dan As Sunnah. Hal itulah yang saat ini diperlihatkan oleh habib (palsu) Abdurrahman Assegaf, dan harus segera dihentikan. Semoga hal ini bisa menjadi pelajaran berharga untuk ummat, agar tidak mudah tertipu oleh gelar-gelar, dan penampilan, sebagaimana Abdurrahman Assegaf, si habib palsu.

Wallahu’alam bis showab! (M.Fachry/POJ/arrahmah.com)