Jumat, 02 Oktober 2009

Mengotak-atik Winamp

Ternyata ada banyak seting software pemutar lagu dan video Winamp yang dapat membuatnya berbeda daripada software lain, kali ini akan saya berikan tipsnya, saya masih menggunakan Winamp versi 5.5 dengan tema Big Bento yang masih gratis.

1. TAMPILAN TRANSPARANT.
Klik kanan pada tempat kosong disebelah menubar "Goto Pro" (Menubar), akan muncul pilihan menu Drop Down.

Pilih menu "Windows Settings" kemudian pilih "Opacity" lalu pilihlah berapa persen anda ingin menampilkan Winamp dalam keadaan tembus pandang. Semakin kecil angka yang dipilih, Winamp akan terlihat lebih Transparan. Menu "paling bawah "Opaque on Focus" akan memberikan efek transparan jika jendela Winamp tidak diklik. Sedangkan menu "Opaque on Hover" akan transparan sekali pointer mouse tidak mendekati jendela Winamp.


2. JENDELA DOCKING.

Docking adalah menempatkan Winamp pada sudut layar tertentu, namun dalam hal ini penempatannya dapat diatur agar tersembunyi dan otomatis muncul jika penunjuk Mouse menghampiri sudut penempatannya, tanpa harus mengklik mouse. Maksudnya sama seperti melakukan "Minimize" dan "Maximize", tetapi tidak tersembunyi di "Taskbar" yang ada dibawah. Cara seting Docking adalah klik kanan ditempat kosong menubar, pilih menu "Windows Settings" dan pilih "Docked Toolbar", centangkan pilihan "Top" jika anda ingin menempatkan Winamp diatas dan "Bottom" dibagian paling bawah layar.

3. TEKS BERJALAN PADA TASKBAR.

Pilih menubar "Option" kemudian klik "Preferences", jendela baru akan muncul kemudian klik menu "General Preferences" dan beri tanda centang menu "Scroll title in the Windows taskbar", lalu klik tombol "Close".


4. NOTIFIKASI.
Sebuah kotak kecil akan muncul jika berpindah dari satu lagu ke lagu yang lain, dan menampilkan Judul lagu serta informasi lain. Munculnya hanya sementara, karena itulah dinamakan notifikasi.

Klik menu "Option" lalu pilih "Notifications", beri tanda centang pada menu "Show Always" dan kotak kecil pemberitahuan akan muncul dalam 3 detik, untuk memperlihatkan judul lagu yang akan dimainkan. Masih dimenu "Notification", seting pilihan "Location" untuk menempatkan dimana kotak notifikasi tersebut akan muncul.

Pilihan "Fade in Effect" dan "Fade out Effect" akan merubah cara kotak notifikasi tersebut muncul, "Alpha Fade" akan membuat kotak notifikasi perlahan-lahan muncul dan menghilang secara transparan. "Vertical Fade" akan memunculkan kotak notifikasi dari bawah ke atas, dan "Horizontal Fade" dari samping.

5. EDITING TAG LAGU.
Tag lagu adalah informasi yang ada pada lagu, untuk ditampilkan berupa Judul lagu, Artis, Album, dan informasi lainnya yang tersimpan pada file lagu tersebut. Ada dapat merubah informasi Tag lagu format mp3 yang anda mainkan di Winamp, caranya klik menu "File" dan pilih "View file info...".

Sebuah jendela "File Info" akan muncul, menu "Basic Info" adalah lampiran untuk informasi utama lagu tersebut, seperti Judul, Artis, Album, dan lain-lain yang bisa anda edit. Menu "Artwork" berfungsi menampilkan gambar sampul album dari lagu yang dimainkan, anda dapat mengganti dengan foto wajah anda sendiri jika anda mau.

Menu "ID3v1" hampir sama dengan menu "Basic Info" bedanya setingan ID3v1 dapat dibaca oleh pemutar mp3 versi lama, untuk menampilkan informasi lagu seperti judul lagu, artis, album, tetapi informasi yang dapat disimpan tidak sebanyak dan fleksibel menu "ID3v2" yang khusus untuk pemutar lagu produksi terbaru.

Kamis, 24 September 2009

Wisata Sebatik Nunukan: Batu Lamampu / Sei. Taiwan









Lanjut perjalanan yang melewati Bukit Menangis atau Bukit Keramat. Tidak ada mitos apa-apa sebenarnya tentang kata "menangis". Hanya kendaraan roda dua saja yang terpaksa naik bukit menanjak sepanjang 1 kilometer lebih, mesin motor akan kedengaran "menangis" jika menaiki tanjakan seperti itu.




Minggu, 20 September 2009

Dokumentasi Hari Raya 'Idul Fitri di Nunukan

Pertama diawali dengan Takbir Keliling di Nunukan Kota.



Lanjut dengan perburuan Kembang Api.



Paginya Shalat 'Idul Fitri dijalan Tanjung, tepat di jalanan sepanjang kurang lebih 200 meter.







Kamis, 17 September 2009

TPM Sesalkan Penggerebekan di Solo

Tim Pembela Muslim (TPM) menyayangkan penggerebekan yang dilakukan Densus 88 di Jebres, Solo, Jawa Tengah, sejak Rabu malam. Pasalnya penggerebekan dilakukan secara membabi buta.

Pembina TPM, Achmad Michdan mengatakan pihaknya meminta polisi menangkap pelaku teroris yang sebenarnya, yaitu Noordin M Top.

"Bukan orang lain yang malah menjadi korban," jelasnya saat ditemui di Bandung sebgaimana dikutip dari okenews.com, Kamis (17/9/2009).

Menurutnya belum jelas apakah orang yang berada di rumah itu terlibat terorisme atau tidak. Ia menyangkan penggerebekan berujung kematian, meski orang yang di dalam rumah itu belum tentu terlibat aktivitas terorisme.

"Sudah jelaskan pelakunya Noordin M Top, kenapa sampai sekarang belum tertangkap. Kenapa orang yang belum jelas teroris malah jadi korban dan setiap penggerebekan selalu berakhir kematian orang dalam rumah," sesalnya.

Ia menjelaskan, semestinya penangkapan dilakukan profesional dengan membiarkan tersangka dalam kondisi hidup. Hal ini akan mengungkap pelaku sebenarnya.

"Bila ditangkap hidup-hidup mungkin bisa memperoleh informasi terkait kegiatan teroris tersebut," ungkapnya.

TPM akan melakukan upaya hukum dan advokasi kepada keluarga korban yang tewas di Solo. "Tadi sudah ada belasan orang dari TPM yang ada di Solo. Nanti kita akan menyelidiki ke TKP untuk menghimpun informasi dari keluarga atau pun tetangga," imbuhnya. (muslimdaily/oke)

Negara-Negara Dunia Tetapkan Idul Fitri Ahad, 20 September

Tidak seperti di Indonesia yang masih saja ada polemik tentang kapan jatuhnya 1 Syawwal 1430 atau Idul Fitri tahun ini, hampir semua Negara telah mengumumkan keputusan bahwa Idul Fitri akan jatuh pada Ahad, 20 September 2009.

Tercatat mulai dari Afghanistan, Albania, Aljazair, Bahrain, Benin, Brunei, Chad, Pantai Gading, Djibouti, Mesir, Eritrea, India, Iran, Iraq, Yordania, Kenya, Kuwait, Lebanon, Libya, Malawi, Malaysia, Mauritania, Maroko, Nigeria, Oman, Pakistan, Filipfina, Qatar, Saudi Arabia, Singapura, Sri Lanka, Sudan, Syria, Tajikistan, Trinidad dan Tobago, Tunisia, Uni Emirat Arab, Turki, Turmeknistan, Uzbekistan, dan Yaman.

Dengan ini, hampir pasti bahwa Idul Fitri tahun ini sepertinya akan benar-benar jatuh pada hari Ahad, 20 September. Bedanya di Negara-negara itu, tak ada polemik perbedaan antara satu dengan yang lainnya. Karena dalam hal ini, perhitungan bulan dan tanggal sudah jelas. (sa/washingtondplmat/eramuslim.com)

Selasa, 15 September 2009

RUU Rahasia Negara Kekang Masyarakat

Rancangan Undang-undang Rahasia Negara yang akan segera disahkan oleh DPR RI akan menyebabkan terjadinya politik pecah belah antar peraturan perundang-undangan. RUU ini dianggap bisa melumpuhkan kehidupan bermasyarakat.

Dalam praktiknya, rancangan undang-undang tersebut sangat bertentangan dengan perundang-undangan sektoral lainnya seperti UU No.40/1999 tentang pers.

"Maka hal ini jelas merupakan indikasi politik pecah belah atau devide et impera di tataran perundang-undangan yang dikhawatirkan sebagai bagian daripada strategi perang globalis melumpuhkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara warga Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Front Daulat Rakyat Merdeka (FDRM) dalam rilisnya yang diterima redaksi, Senin (14/9/2009).

Rancangan itu juga bertentangan dengan UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Dalam Pasal 28F UUD 1996 mengatakan bahwa rakyat mempunyai hak konstitusional untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi serta untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan indormasi serta untuk mencari, memperoleh, memiliki,menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi.

FDRM dengan tegas menolak RUU Rahasia Negara. "Kami menolak RUU Rahasia Negara demi tegaknya sila ke-3 Pancasila, Persatuan Indonesia.”

Insan wartawan yang paling gelisah dengan munculnya RUU Rahasia Negara. Seperti pendapat Satrio Arismunandar wartawan Trans TV di sebuah milis, Dipastikan akan banyak media yang terancam. Isinya begitu mengerikan, dengan ancaman denda puluhan atau ratusan milyar, dan sangat berpotensi membatasi kebebasan pers. Lebih buruk lagi, batasan Rahasia negara itu tak begitu jelas dan bisa ditentukan suka-suka secara sepihak.

”Seperti Majalah Angkasa terancam tutup. hal ini bisa terjadi jika RUU Rahasia Negara yang penuh pasal-pasal karet jadi disahkan menjadi UU,” katanya.

Memberitakan kemungkinan ketidakberesan internal dalam perawatan pesawat Nomad TNI-AL yang jatuh, misalnya, bisa dianggap melanggar rahasia Negara, “Apalagi menyangkut pertahanan negara !” ungkap Satrio.

Membandingkan kesiapan tempur pesawat-pesawat TNI-AU dengan negara tetangga, misalnya, juga sangat rawan dituding membocorkan rahasia pertahanan.

“Lantas, jika mau "aman", isi artikel di Angkasa akan menjadi sangat kering dan membosankan. Ini akhirnya menjadi resep tak langsung untuk menutup media itu,” kata Satrio menganalisa. (Eman Mulyatman/sabili)

Senin, 14 September 2009

Penunggalan Adzan di Turki Akan Dihapus


Selain kondisi ekonomi, kesejahteraan sosial, pelayanan masyarakat, teknologi, pendidikan, dan lini kehidupan lainnya yang terus mengalami kemajuan pesat di Turki pasca dipimin PM Erdogan dalam tujuh tahun terakhir ini, kondisi keislaman di negeri pewaris imperium Utsmaniyyah itu, yang semula digerus dan diberangus oleh sekulerisme radikal ala Kemal Ataturk, kini juga terus menampakkan kemajuan yang signifikan.

Baru-baru ini, kepala urusan keagamaan Turki Dr. Ali Bardacoglu Hoca menggumumkan rencana penghapusan sistem penunggalan adzan (adzan diseragamkan dan disentralkan di satu tempat saja, meski banyak masjid) di negerinya.

"Kini kami tengah mengupayakan penghapusan aturan sentralisasi dan penunggalan adzan," kata Bardacoglu kepada surat kabar Turki, Vekti (9/9).

Menurut Bardacoglu, rencana dihapuskannya aturan sentralisasi dan penunggalan adzan yang merupakan warisan era sekuleris ektrim rezim Kemalis itu lebih didasarkan pada demokrasi, yaitu ketika banyak masyarakat menghendaki dihilangkannya aturan itu.

"selain itu, kami juga melihat para penduduk yang tinggal di pedesaan, tentu saja mereka ingin mendengarkan suara azan dari anak kampung mereka sendir, bukan dari radio atau televisi," terang Bardacoglu.

Ditambahkan Bardacoglu, di samping hal tersebut, dewan fatwa Turki yang dipimpinnya juga menghendaki untuk melestarikan tradisi adzan dan memiliki banyak muadzin yang melantunkan seruan shalat itu dengan suara mereka yang merdu.

"Insyaallah, penghapusan aturan penunggalan adzan ini akan dihapus secara pelan-pelan dan bertahap, kita mulai dari kawasan pedesaan dan perkampungan, lalu merambah ke kawasan perkotaan," imbuhnya optimis. [atj/alm/www.hidayatullah.com]